"> Awal Februari 2020 Ditlantas PMJ Akan Menindak Pelanggar Sepeda Motor Dengan ETLE – Audit Pos
Jum. Feb 21st, 2020

Awal Februari 2020 Ditlantas PMJ Akan Menindak Pelanggar Sepeda Motor Dengan ETLE

Audit Pos, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas ( Ditlantas ) Polda Metro Jaya mulai tanggal 1 Februari 2020 jajarannya akan melaksanakan penindakan terhadap pengemudi sepeda motor yang melakukan pelanggaran lalu lintas di jalan raya menggunakan kamera ETLE .

Direktur Lalu Lintas ( Dirlantas ) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, S.Ik, M.Si menjelaskan, pihaknya secara serentak akan melakukan penindakan terhadap pengemudi sepeda motor yang melakukan pelanggaran di beberapa titik yang terpasang kamera ETLE.

” Mulai 1 Februari tahun ini kami jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya akan melaksanakan penindakan ETLE terhadap pengemudi sepeda motor ” kata Yusuf kepada Wartawan di gedung TMC Polda Metro Jaya, pada Senin ( 27/01/2020 ).

Penindakan terhadap sepeda motor akan difokuskan pada tiga pelanggaran yang sering dilakukan dijalan raya.

” Kegiatan ini akan kita laksanakan di beberapa jalur yang disitu ada kamera ETLE, sasaran pertama tidak memakai helm, marka jalan seperti menerobos lampu merah dan stop line ( garis berhenti ) serta jalur busway ” ujar Yusuf.

Kemudian Kombes Pol. Yusuf juga menjelaskan, terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas khususnya sepeda motor berawal dari kurangnya kesadaran tertib berlalulintas.

” Kita akan fokus terhadap tiga pelanggaran itu, karena penyebab terjadinya kemacetan dan kecelakaan salah satunya terjadi karena penyerobotan jalur dan menerobos lampu merah ” jelasnya.

Pihaknya untuk saat ini masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pengendara sepeda motor yang melakukan pelanggaran.

” Kalau sekarang masih kita uji coba masih kita ingatkan, alamat yang sudah tertangkap di kamera datanya ada, kita kirim ke alamat tersebut kita tulis tanggal sekian dan Pelanggaran seperti ini. Kita masih mentoleransi untuk saat ini ” ungkap Yusuf.

Selanjutnya Kombes Pol. Yusuf menambahkan, prosedur untuk penindakan tilang ETLE terhadap sepeda motor sama dengan kendaraan roda empat sebelumnya.

” Prosedur sama seperti penindakan ETLE kendaraan roda empat , kalau dia pengendara tidak ada respon kita blokir STNK ( kendaraan ) tersebut, jadi kalau mau perpanjang, balik nama, mutasi dan sebagainya mereka harus membayar tilang dulu , sesuai pelanggaran yang dibuat ” jelasnya.

Dirinya membeberkan lokasi yang akan dilakukan penerapan tilang ETLE untuk sepeda motor dan berencana akan menambahkan 45 kamera lainnya untuk seluruh kendaraan bermotor.

” Untuk sementara kameranya sama seperti yang ada, hanya fiturnya yang di tambah, nantinya akan ditambah 45 kamera, dari mulai Kota tua, Hayam Wuruk, Gajah Mada, Merdeka Barat sampai Thamrin, Sudirman, Blok.M kemudian nanti dari Grogol, Gatot Subroto, MT Haryono sampai dengan Bandara Halim. Kemudian HR Rasuna Said Kuningan, di Panjaitan sampai Perintis Cempaka Putih ” terang Yusuf.

Dirlantas Polda Metro Jaya juga menjelaskan tujuan dari penerapan tilang berbasis teknologi dengan menggunakan ETLE di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

” Tujuannya supaya masyarakat tertib, kenapa terjadi kemacetan kecelakaan, pasti di dahului karena pelanggaran . bagaimana supaya tidak melanggar tertib ( berlalu lintas ), bagaimana supaya tertib ada kamera ( ETLE ). tadinya fungsi Polisi ada disana sekarang kamera yang berperan, kalau Polisi hanya jam – jam tertentu, kamera 24 jam, jadi pengendara akan berpikir ( jika melanggar ) disini ada kamera itu tujuannya ” tutupnya.

Diketahui untuk denda tilang sepeda motor yang melakukan pelanggaran dengan sistem ETLE , Pelanggar sementara akan dikenakan denda maksimal antara Rp 100.000 sampai Rp 150.000 tergantung pada pelanggaran yang dilakukan pengemudi. (TW/ PP)