Kamis, November 21st, 2019

N Nasional

Bantu Tangani Keadaan Darurat di Bandara, Lanud Halim Perdanakusuma Terjunkan Tim Base Rescue

,

Audit Pos, Jakarta – Pesawat tipe Boeing B-737-400 registrasi PK-PKK RS2015 mengalami overrun runway 24 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Kamis (21/11/19).

Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI M. Tonny Harjono, S.E., dan EGM Bandara Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Nandang Sukarna memasuki tenda undangan / Posko latihan, sesaat sebelum latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di mulai, Pesawat RS2015 membawa 100 penumpang termasuk crew, berangkat dari Bandara SMB II Palembang pukul 09.00 WIB menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Selama penerbangan, Pesawat RS2015 dalam kondisi normal. Namun saat akan mendarat, kondisi cuaca di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma hujan dengan visibility 1000 M. Pilot memutuskan untuk holding di point AL NDB pada ketinggian 1800 feet sambil menunggu kondisi cuaca membaik. 15 menit kemudian, visibility di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma mencapa 2000 M disertai hujan dengan intensitas rendah, dan pesawat RS2015 mendapat clearance untuk melakukan pendaratan di runway 24.

Di ujung runway 06, roda pesawat dari maskapai Rajawali Sakti tersebut terbenam kurang lebih 50 CM, mesin pesawat menyentuh landasan yang menimbulkan percikan api, dan adanya kebocoran pada bahan bakar, yang mengakibatkan pesawat terbakar. Sebagian besar penumpang mengalami luka berat dan ringan, beberapa diantaranya meninggal ditempat kejadian.

Beberapa saat setelah kejadian, tim gabungan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) dari Lanud Halim Perdanakusuma, Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, dan instansi terkait lainnya, dengan sigap menuju lokasi kecelakaan pesawat untuk melaksanakan pemadaman api dan evakuasi korban, untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Demikian kronologi dalam skenario latihan bersama antara Lanud Halim Perdanakusuma dengan Bandara Halim Perdanakusuma dalam Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) atau Airport Emergency Exersice tahun 2019 dengan sandi Rajawali Sakti VI di sekitar runway 06 Lanud Halim Perdanakusuma.

Hadir pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI M. Tony Harjono, S.E. beserta pejabat terkait, baik TNI-Polri maupun institusi sipil lainnya.

Dalam keterangannya, Danlanud Halim Perdanakusuma mengatakan pada latihan tersebut Lanud Halim Perdanakusuma cukup mengapresiasi, dan menurunkan tim base rescue untuk melaksanakan Penanggulangan Keadaan Darurat di bandara.

“ Lanud Halim Perdanakusuma sangat mengapresiasi terlaksananya latihan ini ” ujarnya.

” Latihan ini dapat menjadi tolok ukur dan bahan evaluasi terhadap kesigapan personel Lanud Halim Perdanakusuma dalam mengatasi situasi darurat di bandara, termasuk di Lanud Halim Perdanakusuma sendiri”, tambahnya.

”Disisi lain, latihan ini juga bertujuan meningkatkan koordinasi penangananan kecelakaan pesawat udara di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, sehingga dalam situasi seperti ini, maka seluruh pihak yang terkait dapat berkoordinasi dengan maksimal dan segera mengambil tindakan cepat dan benar,” lanjutnya.

“Dalam latihan ini, Lanud Halim Perdanakusum menurunkan sebanyak 60 personil dari jajaran Dinas Operasi (Disops) yang tergabung dalam tim base rescue, ditambah Satuan Pomau, dan pihak terkait lainnya, yang selalu siap dalam mengatasi keadaan darurat”, pungkasnya.

Sementara, General Manager PT. Angkasa Pura II (Persero) cabang Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Nandang Sukarna mengatakan, latihan bertujuan untuk melatih kemampuan komando koordinasi dan komunikasi semua unsur pada organisasi Penanggulangan Keadaan Darurat, serta menguji kemampuan SDM, standar operasi prosedur, dan sumber daya alat dalam menangani keadaan darurat.

Selanjutnya dikatakan, latihan ini juga bertujuan melatih efektifitas kecelakaan penaggulangan darurat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, serta menumbuhkan sikap kesigapan untuk mempersiapkan SDM yang handal, baik cara komunikasi, koordinasi, maupun kerja sama antar personel dalam mengamankan bandara dalam kecelakaan pesawat dan bencana lainnya.

“Jumlah unsur pendukung latihan 300 personel, 35 kendaraan dari unsur TNI-Polri, Muspida dan Muspika, Airnav, Basarnas, dan Rumah Sakit yang ada di sekitar bandara”, tutupnya. (TW/ PP)

Berita Terkait

Polling

Manakah berita regional teraktif?