Kamis, November 7th, 2019

K Kabar Daerah

Kapolsek Pasar Minggu Hadiri Giat Sosialisasi Rencana Penertiban Bangunan Lapak Pemulung Jl. Saibun Jatipadang

,

Audit Pos, Jakarta – Guna untuk antisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas dalam proses mediasi permasalahan seluas +/- 6.000 M2 yang terletak di Jl. Saibun RT.008/09 Jatipadang – Pasar Minggu, Kepala Kepolisian Sektor Pasar Minggu Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Prayitno, SH hadiri kegiatan sosialisasi rencana penertiban bangunan lapak pemulung yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Jatipadang, Jl. Raya Ragunan, Jatipadang – Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis ( 07/11/2019 ) pukul 14.00 WIB.

Selain Kompol Prayitno, SH selaku Kapolsek Pasar Minggu, dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Jan selaku Kabag Hukum Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Juli Susanto selaku Kasubbag Hukum Walikota, Pelita selaku Pengendali Satpol PP Walikota, AKP Tyas selaku Perwakilan Bagops Polres Metro Jakarta Selatan, Noviant Widjanarko, ST, MM selaku Lurah Jatipadang, Hidayatullah selaku Ketua RW.09 Jatipadang, Mahyudin selaku LMK Kelurahan Jatipadang, Pono selaku Ketua RT.008/09 Jatipadang, Helmy selaku Perwakilan dari Ir. Fahmi Abdul Azkar yang merupakan pemilik tanah, Ichwansyah selaku Perwakilan 17 penghuni lapak, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Jatipadang.

Noviant Widjanarko, ST, MM selaku Lurah Jatipadang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa permasalahan lahan ini sudah lama dan kita semua ingin cepat selesai, maka dari itu kami dari pihak Kelurahan Jatipadang memfasilitasi dalam kegiatan sosialisasi penertiban akan lahan tersebut.

” Kami secara pribadi ingin menjaga kerukunan dari warga, jangan sampai ada dampak dalam penertiban, sehingga terjadi Guantibmas yang tidak kita inginkan ” ujar Lurah.

Sementara, Jan selaku Kabag Hukum Walikota Administrasi Jakarta Selatan, mengatakan bahwa kami sudah melakukan pengechekan yang mana Ir. Fahmi Abdul Azkar memiliki surat sertifikasi hak guna pakai. Mengenai M. Rozali dan Richard yang diduga mengklaim atau mengakui sebagai pemilik lahan, saat ini sudah ditahan dengan status tersangka, dan berkas kedua orang tersebut sudah diserahkan ke pihak Kejaksaan.

” Diharapkan kepada penghuni lahan secara sukarela untuk meninggalkan lahan, dan untuk biaya transportasi angkutan ditanggung oleh pemilik yaitu Ir. Fahmi Abdul Azkar ” terang Kabag Hukum Walikota.

Info yang auditpos.com himpun, dalam mediasi tersebut kedua belah pihak belum ada kesepakatan karena pihak penghuni lapak perlu berdiskusi kembali dengan pemilik tanah yaitu Ir. Fahmi Abdul Azkar untuk permasalahan waktu dan teknis pemindahan barang milik penghuni lapak.

Berita Terkait

Polling

Manakah berita regional teraktif?